Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memproduksi teks anekdot dengan media gambar meningkat. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai pretes 63,96 dan postes 84,11 jadi, terdapat peningkatan 20,15.
Adanya permasalahan bahan ajar di sekolah yang digunakan oleh guru dan siswa. Selama ini bahan ajar persuasi yang digunakan I sekolah terbilang terbatas sehingga dapat menimbulkan rasa jenuh dan kurang minat siswa terhadap pembelajaran.
Pembelajaran sastra pada dasarnya bertujuan untuk mengajak siswa mendalami nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra, serta untuk merenungi dan menghayati pengalaman yang ada di dalam karya sastra, tersebut sebagai acuan untuk menyikapi masalah dalam kehidupan nyata.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pembelajaran teks eksposisi berbasi pengalaman ( Experiental Learning) untuk siswa kelas VIII SMP/MTs.
Dalam pengajaran apresiasi novel, guru bahasa dan sastra indonesia harus dapat memilih karya sastra yang tepat untuk diajarkan kepada siswa.
Dapat disimpulkan Relevansi antara nilai moral dengan bahan ajar sastra di SMA meliputi Bahasa, Psikologi dan Latar Budaya.
kemampuan berbicara menunjukkan dengan jelas bahwa berbicara berkaitan dengan pengucapan kata-kata yang bertujuan untuk menyampaikan apa yang akan Rdisampaikanbaik itu perasaaan, ide atau gagasan.
Bahan ajar berperan penting dalam kegiatan pembelajaran. Bahan ajar juga dapat melatih peserta didik untuk mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang luas. Bahan ajar juga harus diperlukan media yang tepat sebagai alata untuk menyampaikan sebuah materi pembelajaran.
Latar belakang masalah penelitian ini sebagai berikut. 1. kajian semiotika jarang igunakan dalam pembelajaran sastra, khususnya pengkajian novel. 2. karya sastra yaitu novel dapat dikaji dengan kajian semiotika. 3. aspek semiotika c.s. pierce dalam novel merpati biru karya Achmad Munif. 4. penggunaan model pembelajaran kurang menarik perhatian minat siswa dalam pembelajaran sastra.
Peneltian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan bahan ajar di sekolah yang digunakan oleh pendidik dan peserta didik. Selama pembelajaran peserta didik kesulitan mencari ide, gagasan, topik dan peristiwa dalam menulis teks eksplanasi sehingga perlu bahan ajar tambahan sebagai pendukung buku ajar di sekolah khususnya materi teks eksplanasi.