Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menciptakan kembali teks anekdot dengan media audiovisual meningkat. Hal ini tebukti dari nilai rata-rata preset yaitu 21,00, sedangkan nilai rata-rata posttest yaitu 81,00.
Berdasarlkan hasil penelitian dapat disimpulkan Model Pembelajaran dalam menganalisis Novel Tiba Sebelum Berangkat karya Faisal Oddang menggunakan model pembelajaran jigsaw (model tim ahli), hal ini akan meningkatkan hasil belajar siswa agar lebih efektif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan siswa dalam memproduksi teks eksposisi menggunakan metode picture and picture meningkat.
Media audio visual terbukti efektif digunakan dalam pembelajaran menceritakan kembali isi cerita rakya dengan media audio visual di kelas X SMK YAPIIM Indramayu Tahun Pelajaran 2019/2020.
Berdasarkan hasil pengelolaan data, rata-rata pretes termasuk kategori kurang, yaitu 53,33 dan rata-rata postes termasuk kategori baik, yaitu 82,83, berdasarkan hasil tersebut dapat peningkatan 29,50.
Berdasarkan hasil pengolahan data, hasil proses pembelajaran menentukkan isi teks deskripsi dengan metode discovery learning di kelas VII c SMP Negeri 3 Sindang Indramayu Tahun Pelajaran 2019/2020 mengalami peningkatan antara sebelum dan sesudah pembelajaran dengan metode discovery learning.
Hal ini, membuktikan bahwa perbedaan nilai tes awal dengan nilai tes akhir signifikan, karena perbedaan tersebut signifikan maka media audio visual efektif digunakan dalam pembelajaran menganalisis teks anekdot siswa kelas X IIS 1 MAN 1 Indramayu Tahun pelajaran 2019/2020.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kemampuan siswa keas VII SMP Negeri 3 Sindang Indramayu Tahun Pelajaran 2018/2019 dalam menulis teks laporan hasil observasi tanpa menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (ceramah) mendapatkan nilai rata-rata 67,8.
pengembangan bahan ajar ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pencapaian hasil belajar bahasa indonesia siswa SMP/MTS. Pembelajaran merupakan sebuah sistem yang memilki komponen yang saling berkaitan.
pengembangan bahan ajar ini dilatarbelakangi oleh belum tercapainya tujuan pembelajaran bahasa indonesia seperti rendahnya nilai rata-rata UN (Ujian Nasional) di indramayu pada tahun 2017-2019.