Pada umumnya guru bekerja untuk mendafatkan kepusan dalam melaksanakan pekerjaanya.kepuasan dalam bekerja mendorong munculnya semangat dalam bekerja sehingga cenderung kinerjanya bagus.banyak paktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, termasuk dukungan pengembangan karir dan pemberdayaan oleh kepala sekolah.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengawasan terhadap kinerja guru yang memerlukan pembinaan, bimbingan dan model dari seorang pengawas, sehingga perlu dibuat analisis pengaruh supervisi akademik pengawas sekolah terhadap kinerja guru yang bisa membantu peserta didik sekolah dalam meningkatkan kinerja guru.
salah satu faktor suksesnya mutu pendidikan di sebuah lembaga pendidikan adalah kinerja guru disekolah tersebut.
kepuasan kerja sebagai salah satu pengunjung keberhasilan pelaksanaan tugas fungsional guru masih kurang. Berdasarkan hasil observasi awal diduga hal tersebut disebabkan oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah yang berbeda dan rendahnya motivasi kerja guru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja guru, (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan perilaku organisasi terhadap motivasi kerja guru, dan (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah dan perilaku organisasi secara simultan terhadap motivasi kerja guru.
Produktivitas kerja guru merupakan salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan dalam suatu lembaga pendidikan atau sekolah. Produktivitas kerja guru yang baik dapat menjamin mutu pendidikan dari sekolah sehingga siswa sebagai peserta didik bisa mendapatkan pendidikan yang maksimal dalam proses kerja guru masih belum optimal.
Efektivitas pelayanan akademik sekolah dinilai belum optimal . Bedasarkan hasil observasi awal hal tersebut diduga disebabkan oleh rendahnya implementasi manajemen sarana prasarana dan manajemen pembelajaran. Oleh karena itu, dirasakan perlu untuk dilakukan penelitian sehingga dapat diuji kebenarannya.
Hasil analisis data ditemukan bahwa implementasi manajemen pembelajaran matematika terhadap efektifitas hasil belajar siswa berkorelasi positif kuat.
hasil belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku mencakup bidang kognitif , afektif dan psikomotorik. Pendidikan dan pengajaran dikatakan hasil apabila perubahan perubahan yang terterjadi pada peserta didik merupakan akibat proses belajar mengajar yang dialaminya yang memberikan informasi tentang sejauh mana menguasai materi pelajaran dan perubahan kelakuan.